| Pak Rahmat, Pembimbing sedang dialog dengan anggota kelompok |
| Perkelompok berdiskusi |
| Ibu Sekretaris keelompok |
| Kelompok lain asik berdiskusi |
Pesertanya 20 orang, latar belakangnya beragam, ada yang masih sekolah SMA, baru lulus SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan beberapa orang bapak.
Di kelompok ini juga ada anggota yang sudah dan sedang tanam sayur, serta ada yang sama sekali baru mau belajar.
Proses pembentukan kelompoknya dilakukan sendiri oleh anggota kelompok tanpa intervensi dari siapapun.
Terbentuknya kelompok ini prosesnya dimulai dari pengumuman di Radio Max FM Waingapu selama 2 minggu sejak awal Agustus ini. Dalam pengumuman itu intinya menyampaikan akan dibukanya kelompok baru untuk belajar tanam sayur.
Yang ingin belajar bisa mendaftar dengan cara mengirimkan sms ke 082340743238, formatnya jos#daftar#nama#alamat#umur. Kemudian lewat sms pula, diberitahu pada yang mendaftar waktu pertemuan pertama.
Dalam pertemuan ini, anggota kelompok secara aktif berdiskusi di pandu Pak Rahmat yang nantinya akan membimbing peserta belajar.
Dari kesepakatan kelompok, disetujui pertemuan sekali dalam dua minggu, hari lainnya angggota kelompok akan mempraktekkan di kebun sendiri cara budi daya sayur yang baik yan gtelah didapat dalam tiap pertemuan, dimulai dari mengolah lahan dan seterusnya.
Pertemuan selanjutnya pada Sabtu depan, dengan tugas tiap anggota kelompok membawa daun pisang dan lidi secukupnya untuk bahan belajar pembuatan polibag daun pisang, persiapan persemaian bersamaan dengan persiapan mengolah lahan.
Lokasi pelatihan di Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, dekat dengan Radio Max FM Waingapu.
Terima kasih untuk banyak pihak yang mendukung kegiatan ini, khususnya untuk dokter Rani Manu Mesa yang mendorong agar kegiatan ini bisa segera dilakukan.