| Bapak Diki Talu Diawa Dari Waikudu di Kebun KWT Kawara Pandulang, Kalu |
| Kan Bayan dan Bapak Diki Talu Diawa |
| Bapak Diki Talu Diawa Dapat 1 Bungkus Bibit Pak Coy dari Kang Bayan |
| Pupuk Organik Cair - Bio Slurry |
Tidak disangka, siang itu dikunjungi Bapak Diki Talu Diawa dari Waikudu.
Waikudu berjarak sekitar 20 km dari Waingapu, arahnya dari Wingapu ke Lambanapu terus ke Maulumbi, Bidipraing lalu menyebrang sungai. Sekarang pemerintah sedang mebuat jembatan untuk menyeberangi sungai di Waikudu dan pembukan jalan dari Waikudu, Maidang ke Tabundung. Akhir tahun ini jembatan di Waikudu sudah bisa digunakan.
Bapak Diki Talu Diawa adalah pendengar setia Radio Max FM Waingapu. Kata dia, setiap hari mendengar radio Max Fm kalau dirumah dan saat di kebun. Cuma selama jarang bergabung sms dan telpon karena tidak ada jaringan telpon disana. Bapa Diki Talu Diawa menyebutkan beberapa acara , yang sering didengarnya dan dari ceritanya, terlihat kalu dia mengetahui dengan detil informasi dari Max FM, seperti kelompok tani yang sering diceritakan di Max FM, topik2 di Bengkel Bahasa dan nama pembawa acara di radio Max FM.
Ketemu dengan Kang Bayan juga menjadi keingin Bapa Diki Talu Diawa ketika ke Max FM. Saya tidak pernah lepas untuk mendengar Ayo Bertani Organik setiap Minggu sore jam mulai jam 18.00 wita kata dia. Acara ini sangat menolong bagi dirinya dan petani kecil lainnya di desa yang sangat jarang mendapat informasi selain dari radio Max FM terutama bercocok tanam sayur den memanfaatkan kotoran ternak untuk pupuk.
Waktu bertemu Kang Bayang telihat jelas kegembiraan dari wajah tuanya. Karena ini untuk pertama kalinya bertemu peyiar pujaan. Kang Bayan sempat berbagi tips budi daya sayur serta berbaik hati member 1 bungkus bibit sayur Pak Coy.
Bibit sayur ini akan saya tanam di Waikudu dan nanti kalau sudah panen akan aya jual ke Waingapu, begitu kata Bapak Diki Talu Diawa.
Dirinya juga bercerita kalau selama ini sudah memakai pupuk ccair organic bio slurry. Pupuk ini dia dapat dari anaknya yang sedang sekolah di salah satu SMA di Waingapu, kalau anak saya pulang libur dia selalu membawa Bio Slurry ke rumah. Kami sudah menggunakan pupuk ini ke sayur dan tomat, hasilnya sangat memuaskan kata Bapak Diki Talu Diawa. Tetangga saya di Waikudu heran karena sayur yang kami tanam dan menggunakan pupuk cair Bio Slurry pertumbuhannya sangat bagus dan lain dari yang ditanam tetangga.
Waktu akan pulang ke Waikudu tidak lupa Bapak Diki Talu Diawa membeli 5 liter pupuk cair Bio Slurry kemasan jerigen 5 liter sebagai bekal untuk musim tanam ini.
Waikudu berjarak sekitar 20 km dari Waingapu, arahnya dari Wingapu ke Lambanapu terus ke Maulumbi, Bidipraing lalu menyebrang sungai. Sekarang pemerintah sedang mebuat jembatan untuk menyeberangi sungai di Waikudu dan pembukan jalan dari Waikudu, Maidang ke Tabundung. Akhir tahun ini jembatan di Waikudu sudah bisa digunakan.
Bapak Diki Talu Diawa adalah pendengar setia Radio Max FM Waingapu. Kata dia, setiap hari mendengar radio Max Fm kalau dirumah dan saat di kebun. Cuma selama jarang bergabung sms dan telpon karena tidak ada jaringan telpon disana. Bapa Diki Talu Diawa menyebutkan beberapa acara , yang sering didengarnya dan dari ceritanya, terlihat kalu dia mengetahui dengan detil informasi dari Max FM, seperti kelompok tani yang sering diceritakan di Max FM, topik2 di Bengkel Bahasa dan nama pembawa acara di radio Max FM.
Ketemu dengan Kang Bayan juga menjadi keingin Bapa Diki Talu Diawa ketika ke Max FM. Saya tidak pernah lepas untuk mendengar Ayo Bertani Organik setiap Minggu sore jam mulai jam 18.00 wita kata dia. Acara ini sangat menolong bagi dirinya dan petani kecil lainnya di desa yang sangat jarang mendapat informasi selain dari radio Max FM terutama bercocok tanam sayur den memanfaatkan kotoran ternak untuk pupuk.
Waktu bertemu Kang Bayang telihat jelas kegembiraan dari wajah tuanya. Karena ini untuk pertama kalinya bertemu peyiar pujaan. Kang Bayan sempat berbagi tips budi daya sayur serta berbaik hati member 1 bungkus bibit sayur Pak Coy.
Bibit sayur ini akan saya tanam di Waikudu dan nanti kalau sudah panen akan aya jual ke Waingapu, begitu kata Bapak Diki Talu Diawa.
Dirinya juga bercerita kalau selama ini sudah memakai pupuk ccair organic bio slurry. Pupuk ini dia dapat dari anaknya yang sedang sekolah di salah satu SMA di Waingapu, kalau anak saya pulang libur dia selalu membawa Bio Slurry ke rumah. Kami sudah menggunakan pupuk ini ke sayur dan tomat, hasilnya sangat memuaskan kata Bapak Diki Talu Diawa. Tetangga saya di Waikudu heran karena sayur yang kami tanam dan menggunakan pupuk cair Bio Slurry pertumbuhannya sangat bagus dan lain dari yang ditanam tetangga.
Waktu akan pulang ke Waikudu tidak lupa Bapak Diki Talu Diawa membeli 5 liter pupuk cair Bio Slurry kemasan jerigen 5 liter sebagai bekal untuk musim tanam ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar